TRANCE atau KESURUPAN

Oleh: Wasmin Al Risyad



Dalam hypnosis, trance adalah suatu kondisi dimana gelombang otak kita turun dari gelombang beta ke gelombang alfa maupun theta. Apa yg terjadi saat seseorang sedang trance tergantung sugesti apa yg sedang bekerja dalam pikirannya. Kalau yg sedang bekerja dalam pikirannya berbunyi “saya harimau” maka orang itu akan meraung-raung. Kalau “saya orang yang bahagia” maka tertawa. Kalau “saya adalah sampah” maka dia minder dan buat masalah. Kalau “saya adalah orang Jepang” maka dia berbicara dengan logat Jepang meskipun kata-kata nya ngawur. Dan lain-lain. Sekali lagi Sangat tergantung sugestinya. 
Tahukah bahwa awalnya kata hipnosis itu tidak dikenal. Istilah hipnosis yang diperkenalkan pertama kali oleh James Braid pada tahun 1842, ilmu tentang mempengaruhi seseorang melalui pikiran bawah sadar itu dikenal dengan istilah sugestologi (ilmu tentang sugesti). Bentuknya macam-macam mulai dari yang dicampur mistik (ada kekuatan dari Mahluk lain) maupun yang mempercayai hubungan dengan “energi” (terdengar lebih ilmiah). Semua itu pada dasarnya adalah kekuatan sugesti, pikiran bawah sadar lah yg menciptakan itu. 
Dalam keyakinan kita (Islam) sugesti atau bisikan bisa berasal dari jin maupun manusia “Alladhi Yuwaswisufi sudurinnaas minal JINna tiwanNAAS” yang membisikkan ke dalam dada (pikiran bawah sadar) manusia, dari golongan Jin dan Manusia (QS:AnNaas). Yang perlu jadi catatan disini adalah “ke dalam Dada manusia” mengacu ke pikiran bawah sadar, bukan “ke dalam kepala manusia atau telinga manusia” yg lebih mengacu ke pikiran sadar. Makanya dalam terminologi Al Quran jika seseorang sdh dikuasai oleh nafsunya (pikiran bawah sadar), maka dia hendaknya menggunakan pikiran (sadar)nya (QS: Al A’raf:176). 
Mudah dipahami QS AnNaas saat Ramadhan, dimana setan dibelenggu kok perilaku keji dan maksiat masih berlaku, yaitu karena sugestinya sdh tertanam dalam dada manusia. 

KESURUPAN

Kesurupan dlm kacamata hypnosis adalah fenomena dikuasainya seseorang oleh pikiran bawah sadarnya sendiri (trance). 
Dari penjelasan diatas sebetulnya fenomena kesurupan hampir sama dengan fenomena (1) menangis meraung2 saat muhasabah atau fenomena (2) cinta buta para remaja sampai tidak lagi denger kata ortunya. Atau (3) mabuk jaran kepang atau bambu gila atau (4) gendam (5) percaya adanya emas peninggalan Sukarno sampai pergi dari rumah meninggalkan anak istri merantau dn tidak pulang2 atau (6) fenomena anak kecil yg mengaku Yesus dn membuat org pada terpental di gereja (7) mesmerian, (8) magnetisme dll. 
Klo trance dalam formal hypnosis – dibangunkan dengan termination biasa. Klo trance alamiah biasa – di biarin saja juga bangun sendiri. Tapi Klo trance alamiah tdk biasa seperti “kesurupan” (sabotase egostate tertentu) mesti dibangunkan dengan paksa seperti diberi tai kotok, atau disulut sama obor panas, atau dibanjur pakai air dingin. meskipun kalau dibiarkan saja juga cape sendiri tapi karena mengganggu biasanya dipengang keras (Jawa:dipenteng sunda:dipitek) biar tdk berontak. 
WARNING:

Klo kesurupan jangan sekali kali diikuti keinginannya (Misalnya minta ayam hitam atau jika dia pake bahasa asing kita sambut dengan mengikuti bahasa tersebut). Itu malah tambah men deepening dia.

MANFAAT TRANCE

Oleh: Adi W Gunawan 

“Saya tidak bisa dihipnosis” demikian komentar seorang klien saat pertama kali jumpa saya. “Saya sudah menjalani hipnoterapi tapi terapisnya tidak berhasil menghipnosis saya. Kata terapisnya saya adalah tipe klien yang tidak bisa dihipnosis” begitu komentar klien lainnya.
Banyak orang yang masih salah mengerti mengenai kondisi trance atau hipnosis. Menurut mereka trance adalah suatu kondisi yang diciptakan oleh terapis. Yang benar, klien mengikuti dan merespon sesuai dengan bimbingan terapis sehingga mereka mengalami kembali kondisi kesadaran alamiah yang disebut dengan trance. 
Trance atau kondisi hipnosis adalah kondisi pikiran yang secara alamiah dialami setiap individu. Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari setiap individu pasti secara alamiah dan berkelanjutan masuk dan keluar kondisi trance. Kedalaman trance yang mereka masuki berbeda antara satu individu dengan yang lain dan juga berbeda dari waktu ke waktu. Semuanya terjadi secara alamiah dan mudah. 
Berhubung trance adalah sesuatu yang alamiah dan adalah bagian tak terpisahkan dari hidup maka seringkali orang tidak menyadarinya. Akibatnya, mereka sulit mengendalikan kapan mau masuk dan keluar dari trance. Dan yang lebih sulit lagi mereka tidak bisa secara sadar atau sengaja masuk ke kedalaman trance tertentu. 
Berikut ini adalah beberapa contoh fenomena trance alamiah yang sering kita alami: 
1. Peristiwa 

2. Penjelasan

3. Kedalaman

——–

1. Anda sedang mengendarai sepeda motor atau mobil. Pikiran sadar Anda sibuk memikirkan hal lain dan tanpa disadari Anda telah tiba di tujuan.

2. Hipnosis jalan raya atau hi-way hypnosis. 

3. Light trance

———

1. Anda berusaha mengingat kembali informasi yang pernah Anda dengar, lihat, atau baca. 

 2. Pencarian ke dalam diri, mengakses memori.

3. Light trance

————

1. Melamun, pikiran melayang atau membayangkan sesuatu.

2. Aktivitas pikiran sadar berkurang.

3. Light trance

———

1. Saat sedang asyik melakukan sesuatu, pikiran dan perhatian kita tercerap pada kegiatan itu dan tanpa disadari waktu berlalu begitu cepat. 

 2. Distorsi waktu yang disebut dengan kontraksi waktu. 

 3. Medium to deep trance

———

1. Anda pulang kerja dan duduk di depan tv. Lima menit kemudian Anda menjadi agak mengantuk sambil terus menyaksikan acara televisi.

 2. Pikiran sadar Anda tidak lagi aktif saat menyaksikan tv.

3. Medium trance

———-

1. Waktu masih kecil, kepala atau lutut Anda terantuk dan cukup sakit. Anda menangi. Ibu datang mengusap-usap bagian yang sakit sambil berkata, “Nah… sekarang sudah tidak sakit. Sakitnya sudah Ibu ambil. Sudah nyaman kan…”, dan tiba-tiba sakitnya hilang. 

2. Anestesi dengan sugesti oleh figur otoritas.

3. Medium trance

———–

1. Saat sedang fokus membaca buku atau bekerja di depan komputer Anda tidak mendengar suara orang memanggil Anda.

 2. Halusinasi negatif auditori. 

3. Deep trance

———–

1. Anda mencari kunci dan tidak berhasil menemukannya. Padahal kuncinya ada di depan Anda tapi Anda tidak bisa melihatnya. 

 2. Halusinasi negatif visual.

3. Deep trance

————

1. Waktu pacaran, waktu berlalu begitu cepat. Sehari terasa seperti satu jam.

 2. Distorsi waktu yang disebut dengan kontraksi waktu. 

 3. Deep trance

————

1. Anda mengalami luka namun tidak merasakannya. Beberapa saat kemudian Anda baru menyadarinya. 

 2. Anestesi spontan

3. Deep trance

————

1. Anda berbaring di ranjang dan ingin tidur. Tiba-tiba merasa tubuh Anda menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan. Orang menyebut kondisi ini dengan istilah “ketindihan”.

 2. Katatonia

3. Very deep trance

 ———

Lalu, apa hubungan uraian di atas dengan hipnoterapi? 
Hipnoterapi adalah proses yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur dengan tujuan menimbulkan trance atau kondisi hipnosis alamiah dalam diri klien dan menggunakannya untuk tujuan perubahan dan modifikasi perilaku yang bersifat terapeutik. 
Dalam membantu klien, sebelum melakukan terapi, terapis secara sengaja, terstruktur, dan sistematis membimbing klien, dengan teknik tertentu, untuk mengakses dan memunculkan trance yang biasa klien alami. Berbeda dengan trance yang secara alamiah klien alami, yang sangat sulit atau tidak bisa mereka kendalikan secara sadar, terapis, dalam proses membantu klien, bisa membimbing klien masuk ke kedalaman trance tertentu, memperdalam trance, atau justru mengurangi kedalaman trance yang dialami klien sesuai dengan tujuan dan teknik terapi yang digunakan. Terapis dapat mempertahankan klien di kedalaman trance tertentu, melakukan terapi, dan setelahnya membimbing klien keluar dari trance.
Dengan pemahaman ini, saat klien mengatakan bahwa ia tidak bisa dihipnosis atau tidak bisa masuk kondisi hipnosis saat dibimbing oleh terapis maka yang terjadi sesungguhnya adalah klien, karena sesuatu hal, biasanya karena adanya perasaan takut, tidak merespon bimbingan terapis sehingga tidak bisa mengakses kondisi trance alamiah yang biasa ia alami.

Kemungkinan lain klien tidak bisa dibimbing masuk kondisi hipnosis atau trance adalah karena memang terapisnya tidak cakap. Bisa juga terjadi klien sebenarnya sudah trance namun ia merasa tidak atau belum masuk kondisi hipnosis karena pemahaman yang kurang tepat atau salah tentang trance.
Beberapa pemahaman yang salah ini antara lain saat dalam kondisi hipnosis seseorang akan kehilangan kesadaran, atau pikirannya berhenti total, atau tubuhnya menjadi sangat rileks sehingga sulit/tidak bisa digerakkan, atau tidak bisa memikirkan hal lain, atau tidak bisa mendengar suara lain selain suara terapis, atau ia akan menjadi seperti robot yang melakukan apapun yang diminta oleh terapis.
Dengan memahami kedalaman trance dan fenomena mental dan fisik pada setiap kedalaman trance, terapis dalam membimbing klien ke kedalaman tertentu demi kebaikan klien.

Misalnya untuk melakukan regresi, terapis akan membimbing klien ke deep trance. Untuk anestesi dengan sugesti, terapis hanya perlu membimbing klien ke medium trance. Bila anestesi ini untuk operasi besar atau membantu wanita melahirkan dengan nyaman maka kedalaman yang dibutuhkan adalah deep trance. 

Selesai

2 respons untuk ‘TRANCE atau KESURUPAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s